Sejarah Terjadinya Perang Aceh Pada Tahun 1873 Terlengkap



.
.

Kompi.xyz kali ini akan memberitahukan pelajaran dan pembahasan mengenai terjadi nya sebuah perang yakni perang pada daerah aceh ( 1873 – 1904 ) dimana belanda mulai menjajah daerah ini dikarenakan ingin mengambil bagian dari wilayah aceh , namun terdapat Tokoh-tokoh yang memperjuangkan aceh. Perang ini mulai terjadi karena adanya perdebatan , berikut ini kita akan membahas mengenai sejarah nya, silahkan simak penjelasan dibawah ini



  • PERANG ACEH ( 1873 – 1904 )


Penandatanganan traktat sumatera antara inggris  dan belanda pada Tahun 1871 membuka kesempatan pada belanda untuk mulai melakukan inteverensi ke kerajaan aceh.  Belanda menyatakan perang terhadap kerajaan aceh karena kerajaan aceh menolak dengan kertas untuk mengakui kedaulatan belanda. Kontak pertama terjadi antara pasukan aceh dengan sebagian tentara belanda yang mulai mendarat. Pertempuran itu memaksa pasukan aceh mengundurkan diri ke kawasan masjid raya , pasukan aceh tidak semata mata mundur tapi sempat juga memberi perlawanan sehingga mayor jenderal kohler tewas, dengan demikian masjid raya kembali bisa direbut oleh pasukan aceh. Daerah-daerah kawasan aceh bangkit melakukan perlawanan , para pemimpin aceh yang dihitung oleh belanda yaitu Cut nya dien , teuku umar , tengku cik di tiro , teuku ci bugas , habib , dan cut mutia. Belanda mencoba menerapkan siasat konsentrasi stelstel yaitu sistem garis pemusatan dimana belanda memusatkan pasukannya di benteng benteng sekitar kota termasuk kutaraja.

Belanda tidak melakukan serangan ke daerah-daerah tetapi cukup mempertahankan kota dan pos pos sekitarnya, namun siasat ini tetap tidak berhasil mematahkan perlawanan aceh , kegagalan-kegagalan tersebut menyebabkan belanda berpikir keras untuk menemukan siasatbaru , untuk itu belanda memerintahkan Dr. Snouck hurgronje yang paham tentang agama islam untuk mengadakan penelitian tentang kehidupan masyarakat aceh. Kemudian sang dokter memberikan saran dan masukan kepada pemerintahan hindia belanda mengenai hasil dari penyeledikannya itu yang ditulis dengan judul De Atjehers. Berdasarkan kesimpulan Dr. Snouck pemerintah hindia belanda memperoleh petunjuk bahwa untuk menaklukkan aceh harus melakukan siasat kekerasan. Pada tahun 1899 , belanda pun mulai menerapkan sistem kekerasan dengan mengadakan serangan besar-besaran ke daerah-daerah pedalaman. Serangan-serangan tersebut di pimpin oleh Van heutz.

Tanpa mengenal perikemanusiaan , pasukan belanda membinasakan semua penduduk daerah yang menjadi targetnya. Satu per satu pemimpin para pemimpin perlawanan rakyat Aceh menyerah dan terbunuh. Dalam pertempuran terjadi di Meulaboh , Teuku umar gugur. Jatuhnya benteng Kuto Reh pada tahun 1904 , memaksa Aceh harus menandatangani plakat pendek atau perjanjian singkat. Biarpun secara resmi pemerintah hindia belanda menyatakan bahwa perang di Aceh berakhir pada Tahun 1904, dalam kenyataannya tidak. Perlawanan Aceh terus berlangsung sampai tahun 1912. Bahkan di beberapa daerah Aceh masih muncul perlawanan sampai pada perang dunia ke II tahun 1939.

 Baca : Materi Sejarah Kelas XI ( Pemberontakan Di Indonesia )
Demikian sudah pembahasan yang dapat saya sampaikan kepada anda mengenai sejarah dari pada PERANG di ACEH , selamat membaca dan semoga menambah pengetahuan anda. Terimakasih


.
.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Sejarah Terjadinya Perang Aceh Pada Tahun 1873 Terlengkap"

Post a Comment

loading...