Sejarah Perang Tapanuli Dan Padri Abad Ke 18



.
.

Kompi.xyz – Untuk saat ini Kompi.xyz akan mengulas sebuah keterangan dari pada sejarah terjadi nya suatu perang yang dinamakan Perang Tapanuli yang mulai terjadi pada Tahun 1878 – 1907 dan juga perang yang dinamakan Perang Paderi yang mulai terjadi pada Tahun 1803 – 1838 ini , untuk mengetahui nya lebih lanjut lagi silahkan simak penjelasan sejarah berikut ini



Perang Tapanuli ( 1878 – 1907 )

Pada awal Tahun 1878 belanda mulai dengan gerakan militernya menyerang daerah tapanuli , sehingga meletus perang. Tapanuli dari tahun 1878 sampai pada tahun 1907. Tapanuli ini juga termasuk pada daerah Batak. Awal mula terjadinya perang di Tapanuli yaitu Raja sisingamangaraja XII menentang dan melawan daerah kekuasaannya di tapanuli selatan dikuasai oleh belanda. Kemudian juga belanda ingin mewujudkan Pax Netherlandica ( menguasai seluruh Hindia Belanda ).

Pada masa pemerintahan si singamangaraja XII kekuasaan kolonial belanda ini mulai memasuki daerah di tapanuli. Belanda ingin mewujudkan pax netherlandica yang dilakukan dengan berlindung di balik kegiatan zending yang mengembangkan agama kristen. Belanda menempatkan pasukannya di tarutung dengan dalih melindungi penyebar agama kristen. Si singamangaraja XII tidak menentang usaha-usaha mengembangkan agama kristen tetapi ia tidak bisa menerima tertanamnya kekuasaan belanda di wilayah kekuasaannya.

Menghadapi perluasan wilayah pendudukan yang dilakukan oleh Belanda, pada bulan Febuari 1878 si singamangaraja XII melancarkan serangan terhadap pos pasukan belanda di bahal batu , dekat tarutung. Pertempuran merebak sampai ke daerah buntur bahal batu , balige, si borang borang dan lumban julu. Dengan gigih rakyat setempat berjuang saling bahu membahu berlangsung samapai sekitar 7 tahun. Tapi karena kekukarangan senjata pasukan si singamangaraja XII semakin lama terdesak.

Dalam keadaan yang lemah , si singamangaraja XII bersama putra putra dan pengikutnya mengadakan perlawanan. Dalam perlawanan ini si singamangaraja dan seorang putrinya lapian serta dua putranya, dengan gugurnya si singamangaraja XII maka seluruh daerah batak jatuh ke tangan belanda.

Perang Padri ( 1803 – 1838 )

Peristiwa ini berawal dari gerakan paderi untuk memurnikan ajaran islam di wilayah minangkabau sumatra barat. Perang ini dikenal dengan nama perang paderi karena merupakan perang antara kaum paderi / kaum putih / golongan agama melawan kaum hitam /kaum adat dan belanda. Tokoh tokoh pendukung kaum paderi adalah tuanku nan renceh. Tuanku kota tua , tuanku mensiangan , tuanku pasaman , tuanku tambusi , dan tuanku imam. Jalannya perang paderi terdapat 3 tahap dan bagian , yaitu sebagai berikut

  • Tahap I ( 1803 -1821 )

Perang pertama ini adalah perang bersaudara, dan belum ada campur tangan pihak luar dalam hal ini belanda. Perang ini mengalami perkembangan baru saat kaum adat meminta bantuan kepada belanda.
  • Tahap II ( 1822 – 1832 )

Tahap ini ditandai dengan meredanya pertempuran karena belanda berhasil mengadakan perjanjian dengan kaum paderi yang makin melemah. Pada tahun 1825 berhubung dengan adanya perlawanan diponegoro di jawa , pemerintah hindia belanda dihadapkan pada kesulitan baru.
  • Tahap III ( 1832 – 1838 )

Perang pada tahap ini adalah perang semesta rakyat minangkabau mengusir belanda. Sejak tahun 1831 kaum adat dan kaum paderi bersatu melawan belanda yang dipimpin oleh tuanku imam bonjol.

Baca jugaSejarah Perang Banjar Dan Perang Bone Abad Ke-18

 Demikian sudah informasi yang dapat saya berikan kepada anda mengenai sejarah dari pada perang Tapanuli dan juga Perang Padri, 

.
.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Sejarah Perang Tapanuli Dan Padri Abad Ke 18"

Post a Comment

loading...