Sejarah Perang Banjar Dan Perang Bone Abad Ke-18



.
.

Untuk kesempatan kali ini Kompi.xyz akan memberikan iinformasi keterangan dari pada terjadi nya sebuah perang yang dimana di lakukan di daerah Banjar atau Perang Banjar ( 1859 -1905 ) dan juga Perang Bone( 1824 ) , silahkan baca keterangan awal mula terjadinya perang pada kedua daerah tersebut :



Perang Banjar ( 1859 – 1905 )

Campur tangan pemerintah Belanda dalam urus pergantian kekuasaan di banjar merupakan biang perpecahan. Sewaktu Sultan Adam Al Wasikbillah  menduduki tahta kerajaan banjar ( 1825 – 1857 ) , putra mahkota yang bernama Sultan muda abdurrakhman meninggal dunia. Dengan demikian calon berikutnya adalah putra Sultan muda abdurrakhman atau cucu sultan adam yang menjadi masalah adalah cucu Sultan adam dari putra Mahkota ada dua orang yakni pangeran hidayatullah dan pangeran Tamjid.

Sultan adam cenderung untuk memilih pangeran hidayatullah alasannya memiliki perangai yang baik , taat beragama , luas pengetahuan dan disukai rakyat. Sebaliknya pangeran tamjid kelakuannya terpuji , kurang taat beragama , dan bergaya hidup kebarat-baratan meniru orang belanda.
Pangeran tamjid inilah yang dekat dengan orang belanda dan dijagokan oleh orang belanda. Belanda menekan sultan adam untuk mengangkat pangeran tamjid. Dimana timbul suara ketidak puasan masyarakat terhadap sultan tamjidillah dan kebencian rakyat terhadap belanda. Kebencian rakyat lama lama berubah menjadi bentuk perlawanan yang terjadi dimana mana. Perlawanan tersebut di pimpin oleh seorang figur yang didambakan rakyat yaitu pangeran Antasari.

Pangeran hidayatullah secara terang-terangan menyatakan memihak kepada pangeran antasari. Bentuk perlawanan rakyat terhadap belanda mulai berkobar pada tahun 1859. Pangeran antasari juga dibantu oleh Kyai demang lehman , haji nasrun , haji buyasin , kyai langlang. Penyerangan pertama di arahkan ke pos tentara milik belanda dan pos missi nasrani. Benteng belanda di tabania berhasil direbut dan dikuasai. Tidak lama kemudian datang bantuan tentara belanda dari jawa yang dipimpin oleh Verspick berhasil membalikkan keadaan.

Akibat musuh terlalu kuat, beberapa pemimpin perlawanan ditangkap. Pangeran hidayatullah di tahan oleh belanda pada tanggal 3 maret 1862 dan diasingkan ke cianjur . pada tanggal 11 oktober 1862 pangeran antasari wafat, setelah pangeran antasari meninggal sebagai gantinya adalah putranya yakni gusti mohammad seman , putra pangeran antasari.

Perang Bone ( 1824 )

Pada tahun 1824 gubernur jenderal van der capellen membujuk kerajaan kerajaan di sulawesi selatan untuk memperbarui perjanjian bongaya , tetapi bone bersikeras untuk menolaknya. Setelah van der capellen pergi meninggalkan bone , ratu bone memimpin kerajaan kerajaan bugis melancarkan perang. Mereka merebut wilayah wilayah yang dikuasai oleh belanda dan berhasil membantai dua gamisun belanda. Tentunya pihak belanda tidak terima dan tidak tinggal diam saja , pihak belanda langsung meluncurkan serangan balasan.

Pada tahun 1852 pasukan belanda berhasil memukul pasukan bone. Pernaklukan terakhir dan menentukan kekalahan bone , baru terjadi pada tahun 1908. Bone harus menandatangani perjanjian pendek atau plakat pendek ( korte verklaring )


Baca Sejarah Perang Bali ( 1844 ) Dan Perang Maluku ( 1817 )

Demikian sudah awal mula terjadi nya perang banjar dan perang bone terlengkap, semoga memnambah ilmu pengetahuan anda mengenai sejaran perang tersebut. Terimakasih

.
.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Sejarah Perang Banjar Dan Perang Bone Abad Ke-18"

Post a Comment

loading...