Sejarah Perang Bali ( 1844 ) Dan Perang Maluku (1817 )



.
.

Kompi.xyz kali ini akan memberikan pembahasan mengenai sejarah dari pada terjadinya sebuah Perang yaitu di daerah Maluku ( 1817 ) dan juga Perang Bali ( 1844 ),lanjut saja untuk mengetahui apa saja sejarah dari pada kisah dalam perang Maluku dan juga perang di bali ,silahkan simak penjelasan dan pembahasan nya dibawah ini



PERANG MALUKU ( 1817 )

Ketika Belanda kembali berkuasa pada Tahun 1817 , monopoli diberlakukan lagi. Diberlakukan lagi sistem ekonomi uang kertas yang sangat dibenci dan keluar perintah sistem kerja paksa ( rodi
). Belanda tampaknya juga tidak mau menyokong dan memerhatikan keberadaan gereja Protestan dan pengelolaan sekolah sekolah protestan secara layak. Inilah penyebab utama meletusnya perang Maluku yang dipimpin oleh KAPITAN PATTIMURA.

Pada tanggal 15 Mei 1817 pasukan pattimura ini mengadakan penyerbuan ke benteng duurstade. Dalam penyerangan tersebut , benteng duurstede dapat diduduki oleh pasukan pattimura bahkan residen van den berg beserta keluarganya tewas. Tentara belanda yang tersisa dalam benteng tersebut menyerahkan diri . dalam penyerbuan itu , Pattimura dibantu oleh Anthonie Rheebok , Christina Martha Tiahahu , Philip Latumahina , dan Kapita Said Printah.

Berkat siasat belanda yang berhasil membujuk Raja Booi, pada tanggal 11 November 1817 , Thomas matulessy atau yang akrab dikenal dengan gelar kapitan pattimura berhasil ditangkap diperbatasan hutan Booi dan Haria. Akhirnya vonis hukuman gantung dijatuhkan kepada empat pemimpin yaitu Thomas matulessy  , kapitan pattimura , anthonie rheebok , said printah, dan philip latumahina. Eksekusi hukuman gantung di laksanakan pada pukul 07.00 dimana tanggal 10 desember 1817 yang disaksikan oleh rakyat ambon.

PERANG BALI ( 1844 )

Pada tahun 1844 sebuah kapal dagang belanda kandas di daerah prancak ( daerah jembara ) yang saat itu berada di bawah kekuasaan kerajaan buleleng. Kerajaan kerajaan di bali termasuk Buleleng pada saat itu memberlakukan hak tawang karang. Dengan demikian , kapal dagang belanda tersebut menjadi hak kerajaan buleleng. Pemerintah kolonial belanda memprotes raja buleleng yang di anggap merampas kapal belanda , namun tidak di hiraukan. Insiden inilah yang memicu perangnya bali atau bisa disebut dengan nama Perang Jagaraga.

Belanda melakukan penyerangan terhadap pulau Bali pada tahun 1846 , yang menjadi sasaran pertama dan utama adalah kerajaan buleleng. Patih I Gusti Ktut Jelantik beserta pasukannya menghadapi serbuan Belanda dengan gigih. Pertempuran yang begitu heroik terjadi di jagaraga yang merupakan salah satu benteng pertahanan bali . belanda juga melakukan serangan mendadak terhadap pasukan bali di benteng jagaraga. Dalam pertempuran tersebut pasukan bali tidak dapat menghalau pasukan musuh. Akhirnya pasukan I GustIi Ktut Jelantik terdesak dan mengundurkan diri ke daerah luar benteng jagaraga.


Waktu benteng jagaraga jatuh ke pihak belanda ,pasukan belanda di pimpin oleh jenderal mayor A.V Michiels dan sebagai wakilnya Van swieten. Raja buleleng dan patih dapat meloloskan diri dari kepungan pasukan belanda menuju karangsem. Setelah buleleng secara keseluruhan dapat dikuasai , belanda kemudian berusaha menaklukkan kerajaan kerajaan lainnya di pulau bali . ternyata perlawanan sangit dari rakyat setempat pembuat pihak belanda cukup kewalahan. Perang puputan pecah dimana mana , seperti perang puputan kusamba ( 1849 ) , perang puputan badung ( 1906 ) , dan perang puputan klungkung ( 1908 ). 

Baca : Sejarah Terjadinya Perang Aceh Pada Tahun 1873 Terlengkap

.
.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Sejarah Perang Bali ( 1844 ) Dan Perang Maluku (1817 ) "

Post a Comment

loading...