Materi Sejarah Kelas XI (Pemberontakan Di Indonesia)



.
.

Materi Sejarah Kelas XI (Pemberontakan Di Indonesia) - Pada kesempatan kali ini, kompi.xyz akan mengulas tentang materi pelajaran sejarah untuk kelas XI tentang Pemberontakan di Indonesia, langsung saja disimak ulasannya berikut ini.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, perjuangan dari bangsa Indonesia belum selesai dan masih sangat berat, sebab masih harus menghadapi 2 musuh dalam perjuangan, sementara di sisi lainnya juga harus menghadapi tindakan makar dari gerakan separatis.


Baca Juga: Sejarah Terjadinya Perang Batak Pada Tahun 1870

Gerakan Sparatis Di Indonesia

1#. Pemberontakan PKI di Madiun 1948

Pemberontakan PKI di Madiun bersangkutan dengan jatuhnya kabinet Amir Syariffudin pada tahun 1948.

Jatuhnya kabinet Amir disebabkan karena gagalnya Perundingan Renville yang tentunya merugikan bagi Indonesia.

Untuk mengambil kembali kedudukannya, pada 28 Juni 1948, Amir Syarifuddin membentuk FDR atau Front Demikrasi Rakyat dan untuk semakin memperkuat massa, FDR juga membentuk organisasi kaum buruh dan petani sambil memancing bentrokan dengan menghasut para buruh.

Puncaknya terjadi saat peristiwa mogok pada pabrik karung Delanggu, Jawa Tengah tanggal 5 Juli 1959.

Tanggal 11 Agustus 1948, Musso sampai dari Moskow dan Amir serta FDR langsung bergabung dengan Musso dan untuk semakin memperkuat organisasi maka disusun doktrin bagi PKI bernama Jalan Baru dan PKI banyak berbuat kekacauan khususnya di Surakarta.

PKI membuat daerah Surakarta menjadi sebuah daerah kacau (Wildwest), sedangkan Madiun dijadikan basis gerilya.

Tanggal 18 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet di Indonesia dengan tujuan merobohkan Republik Indonesia yang didasari oleh Pancasila dan menggantinya dengan negara komunis.

Disaat bersamaan, gerakan PKI berhasil merebut berbagai tempat penting di Madiun dan untuk menumpas pemberontakan PKI tersebut, pemerintah melancarkan operasi militer.

Peran dari Divisi Siliwangi cuku besar dalam hal ini dan juga Panglima Besar Jenderal Soedirman juga memberi perintah pada Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah serta Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk mengerahkan pasukan dalam memberantas pemberontakan PKI yang terjadi di Madiun tersebut.

Berkat didukung juga oleh rakyat dari berbagai tempat, pada 30 September 1948, kota Madiun kembali bisa direbut oleh tentara Republik dan para tokoh PKI seperti Aidit serta Lukman lari ke negara China dan Vietnam.

Pada tanggal 3 Oktober 1948, Musso tewas ditembak dan sekitar 300 otang ditangkap oleh pasukan Siliwangi pada tanggal 1 Desember 1948 di daerah Purwodadi, Jawa Tengah.

Setelah ditumpasnya pemberontakan PKI di Madiun, maka bangsa Indonesia bisa selamat dari ancaman kaum komunis yang bertentangan dengan ideologi Pancasilan tersebut.

2#. Pemberontakan Darul Islam (DI) dan Tentara Islam Indonesia (TII)

Berdasarkan perundingan Renville, kekuatan dari tentara Republik Indonesia harus pergi dari wilayah Jawa Barat yang sudah dikuasai Belanda.

TNI harus mengungsi ke daerah Jawa Tengah yang masih dikuasai Republik Indonesia, akan tetapi tidak seluruh komponen bangsa mematuhi isi dari perjanjian Renville tersebut yang dirasakan sangat merugikan bangsa Indonesia.

Salah satunya adalah S.M. Kartosuwiryo dan para pendukungnya, tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia yang disingkat NII dan para pendukungnya disebut dengan Tentara Islam Indonesia atau disingkat TII.

Gerakan Darul Islam Kartosuwiryo ini memiliki pengaruh yang cukup luas dan sampai ke Aceh yang dipimpin oleh Daud Beureuh, Brebes Tegal, Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah dan Kyai Somolangu, Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar dan juga Sulawesu Selatan yang dipimpin oleh Kahar Muzakar.

3#. Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

Pemberontakan PRRI diawali karena hubungan pemerintah daerah dan pusat tidak harmonis.

Daerah kecewa dengan pemerintahan pusat yang dianggap tidak adil dalam alokasi dana pembangunan dan kekecewaan ini diperlihatkan dengan pembentukan dewan - dewan daerah berikut ini.


  • Dewan Banteng di Sumatra Barat yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein. 
  • Dewan Gajah di Sumatra Utara yang dipimpin oleh Kolonel Maludin Simbolan. 
  • Dewan Garuda di Sumatra Selatan yang dipimpin oleh Letkol Barlian. 
  • Dewan Manguni di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Kolonel Ventje Sumual.


Paada tanggal 10 Februari 1958, Ahmad Husein menuntut agar kabinet Djuanda mengundurkan diri dalam waktu 5 x 24 jam dan menyerahkan mandat pada presiden yang kemudian ditolak oleh pemerintahan pusat.

Namun setelah menerima ultimatum, pemerintah memecat secara tidak hormat Ahmad Hussein, Simbolon, Zulfiki Lubis dan juga Dahlan Djambek yang dipimpin gerakan separatis.

Pada tanggal 12 Februari 1958, KSAD A.H.Nasution membekukan Kodam Sumatera Tengah dan menempatkan langsung dibawah KSAD.

Tanggal 15 Februari 1958, Achmad Husein memproklamasikan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan yang menjadi perdana mentri adalah Mr.Syafruddin Prawiranegara.

4#. Pemberontakan Permesta

Proklamasi PRRI juga mendapat dukungan dari Indonesia bagian Timur dan pada tanggal 17 Februari 1958, Somba memutuskan hubungan dengan pemerintahan pusat serta memberi dukungan pada PRRI yang dikenal dengan nama Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).

Untuk menumpas gerakan Permesta, pemerintah melancarkan operasi militer seperti


  • Komando operasi Merdeka yang dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat. 
  • Operasi Saptamarga I dipimpin Letkol Sumarsono, menumpas Permesta di Sulawesi Utara bagian Tengah. 
  • Operasi Saptamarga II dipimpin Letkol Agus Prasmono dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan. 
  • Operasi Saptamarga III dipimpin Letkol Magenda dengan sasaran kepulauan sebelah Utara Manado. 
  • Operasi Saptamarga IV dipimpin Letkol Rukminto Hendraningrat, menumpas Permesta di Sulawesi Utara. 
  • Operasi Mena I dipimpin Letkol Pieters dengan sasaran Jailolo


Pemberontakan Permesta lalu bisa dilumpuhkan sekitar bulan Agustus 1958 meskipun sisanya masih ada hingga tahun 1961.

Itulah tadi sedikit pembahasan tentang Materi Sejarah Kelas XI (Pemberontakan Di Indonesia) yang bisa kami bagikan untuk anda, semoga bermanfaat.




.
.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Materi Sejarah Kelas XI (Pemberontakan Di Indonesia)"

Post a Comment

loading...