Sejarah Terjadinya Perang Batak Pada Tahun 1870



.
.

Kali ini Kompi.xyz akan memberikan pelajaran mengenai sejarah pada terjadi nya suatu perang batak yang dimana pada tahun dan abad yang silam lalu terjadinya sebuah perang batak. Berikut ini sejarah dalam perang batak tersebut , selamat membaca



Perang Batak

Saat ini kita semua sudah mengetahui dan juga sudah sangat familiar mendengar kata-kata batak , batak ini merupakan nama dari pada kawasan dan juga nama untuk suku , suku batak. Ada beberapa kelompok batak yang ada saat ini misalnya Batak toba, batak karo , batak simalungun , batak mandailing , dan juga batak pakpak. Saat ini sudah banyak masyarakat yang menganut suku Batak beredar di berbagai peraian indonesia ( termasuk saya ) dimana kebanyak masyarakat batak ini banyak bergerak di bidang hukum dan politik. Jagonya seperti itu. Secara historis masyarakat batak menarik untuk di kaji. Secara sosiologis kita mengenal bagaimana struktur masyarakat batak.Basis masyarakat batak yakni berada di daerah – daerah kompleks perkampungan yang disebut dengan huta. Huta adalah bentuk kesatuan ikatan-ikatan kampung yang dalam berbagai aspek kehidupan berdiri sendiri.

Setiap kesatuan huta didiami oleh satu ikatan kekerabatan yang disebut dengan marga. Dalam strukturnya kesatuan dari beberapa bius itu terbentuklah satu wilayah kerajaan, kerajaan masyarakat batak yang dipimpin oleh raja Si Singamangaraja. Pusat pemerintahannya di Bakara sejak tahun 1870 yang menjadi raja adalah patuan bosar ompu pulo batu yang bergeral Si singamangaraja XII. Pada tahun 1878 Raja Si singamangaraja XII angkat senjata memimpin rakyat batak untuk melawan belanda. Setelah perang padri berakhir , belanda terus meluaskan daerah pengaruhnya. Belanda mulai memasuki tanah batak seperti mandailing , angkola , padang lawas , sipirok bahkan sampai tapanuli. Hal ini jelas merupakan ancaman serius bagi kekuasaan raja batak , si singamangaraja XII. Masuknya dominasi belanda ke tanah batak ini juga disertai dengan penyebaran agama kristen. Penyebaran agama kristen ini ditentang oleh Si Singamangaraja XII karena dikhawatirkan perkembangan agama kristen akan membuat kehilangan tatanan tradisional dan bentuk kesatuan negeri yang telah ada secara turun temurun.

Untuk menghalangi proses kristenisasi ini, pada tahun 1877 raja Si Singamangaraja XII ini berkampanye keliling-keliling ke berbagai daerah untuk menghimbau agar masyarakat mengusir para zending yang memaksakan agama kristen kepada penduduk. Masuknya pengaruh belanda ini juga akan mengancam kelestarian tradisi dan adat asli orang batak. Akibat kampanye raja Si Singamangaraja XII ini telah menimbulkan ekses pengusiran para zending bahkan ada penyerbuan dan pembakaran terhadap pos pos zending. Kekacauan ini menimbulkan kemarahan pada belanda, pada tahun 1878 8 Januari belanda mengirimkan pasukan untuk menduduki silindung, pecahlah perang batak.


Pertempuran pertama terjadi di Bahal Batu , Si Singamangaraja terus melakukan perlawanan kepada pasukan belanda dan akhirnya pasukan belanda terlalu kuat sehingga membuat Si Singamangaraja bergerak mundur bersama pasukannya , pasukan Si Singamangaraja juga melakukan penyerangan kepada pos pos belanda yang lainnya. Perang batak ini semakin meluas ke dalam daerah-daerah lain , setelahitu belanda mulai masuk ke dalam daerah bakkara. Kemudian belanda menangkap istri  Si Singamangaraja yaitu boru sagala dan kedua anaknya. Akhirnya pada tanggal 17 Juni 1907 pasukan belanda menangkap Si Singamangaraja XII , ahirnya Si Singamangaraja tertembak mati dan keduan anaknya serta istrinya. Dengan demikian berakhirlah sebuah perang batak.
Baca Arti, Rumus , Contoh Kalimat Simple Present Perfect Tense Terlengkap
Demikian sudah sejarah terjadinya perang batak pada abad yang lalu, semoga bermanfaat untuk anda. Terimakasih telah berkunjung.

.
.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Sejarah Terjadinya Perang Batak Pada Tahun 1870 "

Post a Comment

loading...